PGRI Cabang Jayakerta
Masa Bakti XXIII Tahun 2025 - 2030

Situs Resmi PGRI Cabang Jayakerta, Kabupaten Karawang. Informasi Kegiatan Guru, Administrasi, Organisasi, Berita Pendidikan, dan Transformasi Digital Pendidik di Wilayah Jayakerta.

PGRI Cabang Jayakerta


Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan

09 Januari 2026

Surat Edaran Mendikdasmen No. 2 Tahun 2026

Menyambut Semester Baru dengan Semangat. Surat Edaran Mendikdasmen No. 2 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Pada Hari Pertama Semester Genap. Libur semester ganjil telah usai! Memasuki awal tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membawa suasana baru untuk memulai hari pertama sekolah. Melalui Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 2 Tahun 2026, pemerintah resmi memperkenalkan program Pagi Ceria yang dilaksanakan bersamaan dengan Upacara Bendera. Apa sebenarnya isi dari Surat Edaran Mendikdasmen No. 2 Tahun 2026 ini dan bagaimana sekolah harus menerapkannya? Mari kita bahas bersama.

Surat Edaran Mendikdasmen No. 2 Tahun 2026 tentang Pagi Ceria
Surat Edaran Mendikdasmen No. 2 Tahun 2026

Apa itu Program "Pagi Ceria"?

Berbeda dengan awal semester biasanya yang seringkali langsung diisi dengan pembagian jadwal atau pembersihan kelas, Surat Edaran Mendikdasmen No. 2 Tahun 2026 menekankan pada aspek psikologis dan kesiapan mental siswa. Pagi Ceria adalah rangkaian kegiatan rekreatif dan edukatif yang dilakukan sebelum atau sesudah Upacara Bendera pada hari pertama masuk sekolah. Tujuannya adalah:
  1. Membangun kembali kedekatan emosional antara guru dan siswa.
  2. Mengurangi kecemasan siswa (school anxiety) setelah libur panjang.
  3. Meningkatkan motivasi belajar melalui lingkungan yang positif.



Berikut adalah Poin-Poin penting ringkasan panduan pelaksanaan yang tertuang dalam dalam Surat Edaran Mendikdasmen No. 2 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Pada Hari Pertama Semester Genap.
  1. Upacara Bendera, Dilaksanakan secara khidmat sebagai simbol nasionalisme, namun dengan durasi yang efisien agar tidak melelahkan siswa.
  2. Amanat Pembina, Fokus pada apresiasi, motivasi, dan penyampaian visi sekolah selama satu semester ke depan dengan bahasa yang inspiratif.
  3. Aktivitas Pagi Ceria, Bisa berupa ice breaking, penampilan bakat singkat, sarapan bersama, atau sesi berbagi cerita liburan yang edukatif.
  4. Partisipasi Guru, Seluruh tenaga pendidik wajib menyambut siswa di gerbang sekolah dengan ramah (senyum, sapa, salam).


Rangkaian kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera meliputi:
  1. Senam Anak Indonesia Hebat Musik dan gerakan diakses sesuai senam dapat melalui laman https://youtu.be/qvQSLvi_5WA.
  2. Upacara Bendera.
  3. Doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk kelancaran proses pembelajaran Semester Genap.
  4. Menyanyikan lagu Hari Baru sebagai penutup Upacara Bendera, dilaksanakan secara bersama-sama untuk menumbuhkan kekompakan dan optimisme. Musik dapat diakses melalui tautan https://s.id/laguharibaru.

Surat Edaran Mendikdasmen No. 2 Tahun 2026 adalah langkah positif untuk menciptakan budaya sekolah yang lebih humanis. Mari kita jadikan semester genap tahun ajaran 2025/2026 ini sebagai momentum untuk mencetak prestasi dengan hati yang gembira. Selamat kembali ke sekolah, para penggerak masa depan.

Share:

03 Januari 2026

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026

Pemerintah secara resmi telah menetapkan Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama untuk tahun 2026 melalui SKB 3 Menteri yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Total terdapat 25 hari libur, yang terdiri dari 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama.

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026

Bagi Anda yang ingin merencanakan liburan keluarga, perjalanan jauh, atau sekadar istirahat sejenak dari rutinitas kantor, mencatat tanggal-tanggal merah ini sejak dini sangatlah penting. Berikut adalah rincian lengkapnya:

Daftar Hari Libur Nasional 2026

  1. 1 Januari (Kamis): Tahun Baru 2026 Masehi
  2. 16 Januari (Jumat): Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
  3. 17 Februari (Selasa): Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
  4. 19 Maret (Kamis): Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
  5. 21–22 Maret (Sabtu–Minggu): Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah
  6. 3 April (Jumat): Wafat Yesus Kristus
  7. 5 April (Minggu): Hari Paskah
  8. 1 Mei (Jumat): Hari Buruh Internasional
  9. 14 Mei (Kamis): Kenaikan Yesus Kristus
  10. 27 Mei (Rabu): Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
  11. 31 Mei (Minggu): Hari Raya Waisak 2570 BE
  12. 1 Juni (Senin): Hari Lahir Pancasila
  13. 16 Juni (Selasa): Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
  14. 17 Agustus (Senin): Hari Kemerdekaan RI
  15. 25 Agustus (Selasa): Maulid Nabi Muhammad SAW
  16. 25 Desember (Jumat): Hari Raya Natal

Daftar Cuti Bersama 2026

  1. 16 Februari (Senin): Cuti Bersama Tahun Baru Imlek
  2. 18 Maret (Rabu): Cuti Bersama Hari Suci Nyepi
  3. 20, 23, 24 Maret (Jumat, Senin, Selasa): Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H
  4. 15 Mei (Jumat): Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
  5. 28 Mei (Kamis): Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1447 H
  6. 24 Desember (Kamis): Cuti Bersama Hari Raya Natal

Dokumen Resmi SKB 3 Menteri. Total 25 Hari Libur dan Cuti Bersama Secara total, tahun 2026 memiliki 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama.

Download SKB 3 Menteri.PDF


Tips: Tahun 2026 memiliki banyak long weekend (akhir pekan panjang), terutama di bulan Januari, Maret, Mei, dan Agustus. Segera pesan tiket dan hotel dari sekarang agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau!

Share:

01 Januari 2026

Peristiwa Penting Di Bulan Januari

Peristiwa Penting Di Bulan Januari

Peristiwa Penting Di Bulan Januari

Tidak terasa kita sudah memasuki 1 Januari 2026. Bulan Januari bukan sekadar bulan pembuka kalender. Di balik semangat "tahun baru, harapan baru", bulan ini menyimpan sederet catatan sejarah, peringatan nasional, hingga momentum internasional yang membentuk dunia kita saat ini. Berikut adalah rangkuman peristiwa penting yang diperingati setiap bulan Januari:

1. Peristiwa Sejarah & Hari Besar Internasional

  1. 1 Januari: Tahun Baru Masehi. Dirayakan secara global sebagai awal siklus tahun yang baru.
  2. 1 Januari: Hari Perdamaian Dunia. Sebuah ajakan global untuk memulai tahun dengan semangat rekonsiliasi.
  3. 4 Januari: Hari Braille Sedunia. Menghormati Louis Braille dan meningkatkan kesadaran akan hak asasi manusia bagi tunanetra.
  4. 27 Januari: Hari Peringatan Holocaust Internasional. Mengenang para korban tragedi Holocaust untuk memastikan sejarah kelam tersebut tidak terulang.

2. Hari Besar & Peristiwa Penting di Indonesia

  1. 5 Januari: Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL). Mengapresiasi peran perempuan dalam pertahanan maritim Indonesia.
  2. 10 Januari: Hari Lingkungan Hidup Indonesia. Momentum untuk meningkatkan kesadaran menjaga ekosistem di tanah air.
  3. 10 Januari: Hari Sejuta Pohon. Gerakan pelestarian alam dengan menanam pohon secara serentak.
  4. 15 Januari: Hari Dharma Samudera. Memperingati peristiwa heroik Pertempuran Laut Aru untuk mengenang jasa Komodor Yos Sudarso.
  5. 25 Januari: Hari Gizi Nasional. Pengingat pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat Indonesia, terutama untuk mencegah stunting.

3. Fenomena Astronomi Januari

Biasanya, Januari juga diwarnai dengan fenomena langit seperti Puncak Hujan Meteor Quadrantid yang terjadi di awal bulan, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta astronomi.


Kesimpulan

Memahami peristiwa penting di bulan Januari membantu kita menghargai sejarah dan tetap relevan dengan isu-isu terkini, mulai dari kesehatan hingga lingkungan. Mari jadikan Januari sebagai batu loncatan untuk tahun yang lebih bermakna!

Share:

22 Desember 2025

Merayakan Cinta Tanpa Batas di Hari Ibu 2025

Merayakan Cinta Tanpa Batas di Hari Ibu 2025. Tanggal 22 Desember selalu menjadi momen yang istimewa di Indonesia. Tahun 2025 ini, di tengah dunia yang bergerak semakin cepat dengan teknologi dan segala kesibukannya, esensi dari sosok Ibu tetap menjadi "jangkar" yang tak tergantikan bagi kita semua. Tema Hari Ibu Tahun 2025 adalah Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.

Merayakan Cinta Tanpa Batas di Hari Ibu Tahun 2025

Selamat Hari Ibu Tahun 2025
22 Desember 2025


Hari Ibu bukan sekadar perayaan tahunan atau tumpukan buket bunga. Ini adalah momen untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan mengapresiasi napas kasih sayang yang telah menghidupkan mimpi-mimpi kita.

Peringatan Hari Ibu merupakan apresiasi atas dedikasi kaum perempuan dalam lingkup keluarga hingga kemajuan negara. Pada 22 Desember 2025 yang menandai peringatan ke-97, KemenPPPA secara resmi meluncurkan logo baru yang merepresentasikan semangat perjuangan serta peran strategis perempuan di tanah air.

Hari ini, 22 Desember 2025, kalender kita mungkin hanya menunjukkan sebuah angka. Namun, bagi jutaan anak dan keluarga di Indonesia, hari ini adalah momen untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan mengucap terima kasih kepada sosok yang menjadi fondasi hidup kita "Ibu". Doa adalah jembatan terbaik untuk merayakannya.

Selamat Hari Ibu untuk semua perempuan hebat dimanapun berada. Terima kasih telah menjadi cahaya, penyemangat, dan inspirasi bagi masa depan bangsa. Mari kita gunakan momen ini untuk memastikan Ibu kita merasa dicintai, dihargai, dan didengar tidak hanya hari ini, tapi setiap hari.

Share:

13 Desember 2025

Selamat Hari Nusantara Tahun 2025

Selamat Hari Nusantara Tahun 2025

Mengokohkan Jati Diri Bangsa Bahari

Hari Nusantara, yang diperingati setiap tanggal 13 Desember, adalah salah satu perayaan nasional yang sarat makna bagi Indonesia. Pada tahun 2025 ini, mari kita kembali merayakan dan merenungkan pentingnya hari bersejarah ini yang telah mengubah peta politik, hukum, dan kedaulatan negara kita.

Apa yang kita rayakan di Hari Nusantara? Ini adalah peringatan atas dicetuskannya Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957. Sebelum deklarasi ini, wilayah laut Indonesia diukur hanya sejauh 3 mil laut dari garis pantai, mengikuti aturan kolonial. Hal ini menyebabkan adanya "kantong-kantong" laut internasional di antara pulau-pulau Indonesia, memecah belah kesatuan wilayah negara kepulauan terbesar di dunia ini.

Deklarasi Djuanda mengubah segalanya. Deklarasi ini menyatakan bahwa:
  • Laut teritorial Indonesia ditarik 12 mil laut dari garis pangkal yang menghubungkan titik-titik terluar pulau-pulau terluar Indonesia (sekarang dikenal sebagai Asas Negara Kepulauan atau Archipelagic State Principle).
  • Garis batas laut yang baru ini menjadikan laut bukan lagi pemisah, melainkan pemersatu pulau-pulau di Indonesia.

Meskipun awalnya ditentang oleh banyak negara, perjuangan diplomasi Indonesia membuahkan hasil. Konsep Negara Kepulauan akhirnya diakui dan disahkan dalam Konvensi Hukum Laut Internasional UNCLOS 1982 di Montego Bay, Jamaika.

Pengakuan ini menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara Kepulauan (Archipelagic State), bukan hanya negara yang terdiri dari banyak pulau. Wilayah kedaulatan kita kini mencakup daratan, perairan pedalaman, perairan kepulauan, dan laut teritorial.

Mengapa Hari Nusantara Penting?
  • Pengakuan Kedaulatan: Menegaskan wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh, dari Sabang sampai Merauke.
  • Jati Diri Bangsa: Mengembalikan kesadaran bahwa leluhur kita adalah pelaut ulung yang mengarungi samudra. Kita adalah Bangsa Bahari.
  • Potensi Ekonomi: Membuka jalan untuk pemanfaatan sumber daya kelautan yang melimpah, dari perikanan hingga pariwisata bahari.

Di tahun 2025, tantangan dan peluang bangsa bahari semakin besar. Hari Nusantara harus menjadi momentum untuk:
  • Peningkatan Keamanan Laut: Memperkuat pengawasan untuk menjaga kedaulatan laut dari praktik ilegal seperti Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.
  • Pemanfaatan Ekonomi Biru: Mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan menyejahterakan masyarakat pesisir.
  • Edukasi Maritim: Menanamkan kecintaan dan pemahaman tentang laut kepada generasi muda, agar mereka siap menjadi penerus kejayaan maritim Indonesia.

Mari jadikan Hari Nusantara 2025 ini sebagai tonggak pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya terletak di darat, tetapi juga di laut. Selamat Hari Nusantara! Jayalah Seluruh Lautan Nusantara!

Share:

09 Desember 2025

Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia 2025

Satukan Aksi, Basmi Korupsi! Selamat Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia Tahun 2025. Setiap tanggal 9 Desember, dunia serentak memperingati Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia (International Anti-Corruption Day – IACD). Lebih dari sekadar perayaan, hari ini adalah momentum global untuk menegaskan kembali komitmen kita dalam melawan kejahatan luar biasa yang menggerogoti setiap sendi kehidupan, yaitu korupsi.

Selamat Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia Tahun 2025

Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia 2025

Di Tahun 2025, peringatan di Indonesia kita kenal sebagai Hakordia (Hari Antikorupsi Sedunia 2025), mengusung tema yang membakar semangat kolektif yaitu “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!” Seruan ini bukan hanya ditujukan kepada aparat penegak hukum, tetapi kepada seluruh elemen bangsa dari pejabat publik, sektor swasta, hingga setiap individu masyarakat dan generasi muda.

Mengapa Korupsi Adalah Musuh Bersama? Korupsi bukanlah sekadar persoalan moral atau pelanggaran hukum, ia adalah penghalang terbesar bagi kemakmuran dan keadilan, antara lain Merusak dan Menghambat Pembangunan, Menciptakan Ketidakadilan dan Mengikis Kepercayaan.

Secara global, kampanye Hari Antikorupsi Sedunia 2025 yang digalakkan oleh PBB/UNODC fokus pada peran sentral pemuda dengan tema: "Uniting with Youth Against Corruption: Shaping Tomorrow's Integrity" (Bersatu dengan Pemuda Melawan Korupsi: Membentuk Integritas Masa Depan).

Generasi muda (termasuk Gen Z dan Milenial) adalah agen perubahan. Mereka adalah pengguna teknologi yang mahir dan pembentuk opini di ruang digital. Keterlibatan mereka sangat penting karena Anak muda dapat menggunakan keahlian teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan sains data untuk memantau transparansi. Selain itu Mereka membawa energi baru, menuntut akuntabilitas, dan menolak praktik-praktik yang merusak integritas dalam lingkungan kampus, tempat kerja, dan masyarakat.

Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia 2025
Selamat Memperingati
9 Desember 2025

Mari jadikan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 sebagai titik tolak untuk memperkuat tekad. Korupsi adalah penyakit yang hanya bisa disembuhkan dengan sinergi seluruh elemen bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan integritas, kita wujudkan Indonesia yang bersih, adil, dan makmur.

Share:

06 Desember 2025

Download Kalender Tahun 2026

Download Kalender Tahun 2026


Sambut Tahun 2026, Tahun berganti, semangat baru pun tiba. Tak terasa, kita sebentar lagi akan segera menyambut Tahun 2026. Untuk membantu Anda merencanakan segala sesuatu mulai dari liburan, proyek, hingga janji temu penting, memiliki panduan kalender yang jelas adalah kuncinya. Tahun 2026 adalah tahun biasa (non-kabisat) yang memiliki total 365 hari. Tahun 2026 akan dimulai pada hari Kamis, 1 Januari 2026 dan akan ditutup pada hari Kamis, 31 Desember 2026.

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, secara rutin merilis Kalender Hijriah Indonesia yang tidak hanya mencantumkan penanggalan Masehi, tetapi juga konversi Hijriah, serta hari libur nasional dan cuti bersama yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Kalender yang dikeluarkan Kemenag memiliki peran krusial, terutama bagi umat Islam, karena:
  • Akurasi Hijriah: Penanggalan Hijriah yang digunakan sudah disesuaikan secara astronomis berdasarkan hisab rukyat resmi, menjadi panduan utama untuk menentukan hari-hari besar keagamaan, seperti awal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.
  • SKB 3 Menteri: Kalender ini mengintegrasikan daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 sesuai dengan keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
  • Integrasi Penanggalan: Selain Masehi dan Hijriah (1447 H - 1448 H), kalender ini juga sering kali memuat penanggalan Tahun Jawa.

Untuk Download Kalender Tahun 2026, silahkan klik tautan di bawah ini yang bersumber dari Website https://aceh.kemenag.go.id.


Disclaimer: Daftar hari libur nasional dan cuti bersama ini bersifat resmi berdasarkan SKB 3 Menteri, namun dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Selalu merujuk pada pengumuman terbaru dari Kemenag dan kementerian terkait.

Demikian semoga bermanfaat.
Share:

01 Desember 2025

Hari Penting Nasional dan Internasional di Desember

Hari Penting Nasional dan Internasional di Bulan Desember. Bulan Desember bukan hanya tentang akhir tahun, liburan, dan resolusi baru. Bulan penutup ini juga dipenuhi dengan tanggal-tanggal penting yang mengingatkan kita pada sejarah, perjuangan, hak asasi manusia, dan upaya pelestarian lingkungan.

Hari Penting Nasional dan Internasional di Desember

Hari Penting atau Peristiwa Nasional dan Internasional
di Bulan Desember

Bulan Desember adalah bulan ke-12 dan bulan terakhir dalam kalender Gregorian dengan jumlah hari 31 hari. Di Indonesia, pada Bulan Desember biasanya mayoritas wilayah memasuki atau berada di puncak musim hujan, Seringkali bertepatan dengan liburan sekolah akhir semester dan menjadi salah satu puncak musim liburan domestik dan internasional karena adanya perayaan Tahun Baru.
  1. 01 Desember : Hari AIDS Sedunia (Internasional)
  2. 01 Desember : Hari Artileri
  3. 03 Desember : Hari Difabel Internasional
  4. 05 Desember : Hari Relawan Internasional
  5. 06 Desember : Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan
  6. 07 Desember : Hari Penerbangan Sipil (Internasional)
  7. 09 Desember : Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia (Internasional)
  8. 09 Desember : Hari Armada Republik Indonesia
  9. 10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia (Internasional)
  10. 12 Desember : Hari Transmigrasi
  11. 13 Desember : Hari Nusantara
  12. 15 Desember : Hari Juang Kartika TNI-AD (Hari Infanteri)
  13. 17 Desember : Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Pekerja Seks
  14. 19 Desember : Hari Bela Negara
  15. 20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
  16. 22 Desember : Hari Sosial
  17. 22 Desember : Hari Ibu
  18. 23 Desember : Ulang Tahun Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
  19. 29 Desember : Hari Keanekaragaman Hayati
Demikian Postingan tentang Hari Penting Nasional dan Internasional di Bulan Desember. Semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kekurangan maupun kesalahan.

Share:

28 November 2025

Selamat HUT KORPRI Tahun 2025

Besok Hari Sabtu, Pada tanggal 29 November 2025, seluruh anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) merayakan hari jadi organisasi yang menaungi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia. Usia 54 tahun bukanlah waktu yang singkat; ini adalah penanda setengah abad lebih pengabdian KORPRI sebagai pilar utama yang menggerakkan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Tanah Air. Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang diperingati pada 29 November 2025 mengangkat Tema “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju.”

Selamat HUT KORPRI Tahun 2025

Sejak didirikan pada tahun 1971, KORPRI telah bertransformasi dari sekadar wadah kepegawaian menjadi organisasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan profesionalisme birokrasi. Dalam perjalanannya, KORPRI terus berupaya:
  1. Meningkatkan Netralitas dan Profesionalisme: Mewujudkan ASN yang bebas dari kepentingan politik praktis dan hanya berfokus pada kinerja dan pelayanan prima.
  2. Membangun Jiwa Korps: Memperkuat rasa persatuan, kesatuan, dan kekeluargaan di antara para anggota, demi mewujudkan sinergi dalam bekerja.
  3. Menjadi Perekat Bangsa: Anggota KORPRI tersebar di seluruh pelosok negeri, menjadi representasi negara yang melayani tanpa memandang suku, agama, atau golongan.

HUT ke-54 adalah waktu yang tepat bagi setiap anggota KORPRI untuk merenungkan kembali Sumpah Panca Prasetya KORPRI. Mari jadikan momentum ini untuk Meningkatkan Kompetensi, terus belajar dan mengembangkan diri sesuai kebutuhan zaman, menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas tertinggi, menjadi Teladan serta Bersikap disiplin, jujur, dan berintegritas di manapun berada.

Kami Segenap Keluarga Besar PGRI Jayakerta mengucapkan Selamat Ulang Tahun, KORPRI! Teruslah menjadi abdi negara dan abdi masyarakat yang profesional, berintegritas, dan inovatif. Masa depan pelayanan publik yang lebih baik ada di tangan setiap anggota KORPRI.

Share:

25 November 2025

Selamat HUT PGRI dan Hari Guru Nasional

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setiap tanggal 25 November merayakan HUT (Hari Ulang Tahun). Selain merayakan HUT PGRI, tanggal 25 November juga sering dirayakan sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Untuk itulah sebagai penghormatan kepada guru, Pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan Hari Lahir PGRI Tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.

Selamat HUT PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025

Sekarang Hari Selasa, 25 November 2025 kita memperingati Hari Ulang Tahun PGRI yang Ke - 80 dan Hari Guru Nasional Tahun 2025.

Kami Segenap Keluarga Besar

PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(PGRI)

Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang
Provinsi Jawa Barat

Mengucapkan :

Selamat Memperingati
HUT Ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional
25 November 2025

Semoga PGRI, Guru dan Seluruh Rakyat Bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hidup Guru! Hidup PGRI! Salam Solidaritas! Karawang Maju! Jawa Barat Istimewa! NKRI Harga Mati!

Share:

24 November 2025

Kode Etik dan Ikrar Guru Indonesia

Kode Etik dan Ikrar Guru Indonesia

Kode Etik Indonesia
  1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
  2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional.
  3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
  4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
  5. Guru memelihara hubungan baik dengan orangtua siswa dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
  6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
  7. Guru memelihara hubungan seprofesi,semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial.
  8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
  9. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan

Ikrar Guru Indonesia
  1. Kami guru Indonesia, adalah pendidik Bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Kami guru Indonesia, adalah pengemban dan pelaksana cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pembela dan pengamal Pancasila yang setia pada Undang-Undang Dasar 1945.
  3. Kami guru Indonesia, bertekat bulat mewujudkan tujuan Nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
  4. Kami guru Indonesia, bersatu dalam wadah organisasi perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia, membina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak kekeluargaan.
  5. Kami guru Indonesia, menjunjung tinggi kode Etik Guru Indonesia sebagaimana pedoman tingkah laku profesi dalam pengabdian terhadap bangsa, Negara dan masyarakat.

PGRI Cabang Jayakerta Tahun 2025

Share:

22 November 2025

Arti Lambang PGRI

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kali ini saya akan ikutan share tentang Logo dan Arti Lambang PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yang saya dapat dari Website PB PGRI. Berdasarkan sejarah, PGRI berdiri melalui Kongres yang diadakan tanggal 25 November 1945 yaitu seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk itulah sebagai penghormatan kepada guru, Pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan Hari Lahir PGRI Tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.

Arti Lambang PGRI


Bentuk:
Cakra/Lingkaran melambangkan cita-cita luhur dan daya upaya menunaikan pengabdian terus-menerus.

Ukuran, corak, dan warna:

Bidang : bagian pinggir Lingkaran berwarna merah melambangkan pengabdian yang dilandasi kemurnian dan keberanian bagi kepentingan rakyat. Warna putih dengan tulisan "Persatuan Guru Republik Indonesia" melambangkan pengabdian yang dilandasi kesucian dan kasih sayang. Panduan warna pinggir merah-putih melambangkan pengabdian kepada negara, bangsa dan tanah air Indonesia.

Suluh berdiri tegak bercorak 4 garis tegak dan datar berwarna kuning melambangkan fungsi guru (pada pendidikan pra-sekolah, dasar, menengah dan perguruan tinggi) dengan hakikat tugas pengabdian guru sebagai pendidik yang besar dan luhur.

Nyala Api dengan 5 sinar warna merah melambangkan arti ideologi Pancasila dan arti teknis yakni sasaran budi pekerti, cipta, rasa, karsa dan karya generasi.

Empat buku mengapit suluh,

Dengan posisi 2 datar dan 2 tegak (simetris) dengan warna corak putih melambangkan sumber ilmu yang menyangkut nilai-nilai moral, pengetahuan, keterampilan dan akhlak bagi tingkatan lembaga-lembaga pendidikan pra-sekolah, dasar, menengah dan tinggi.

Warna dasar tengah hijau,
melambangkan kemakmuran generasi.

Sumber : http://pgri.or.id

Demikian postingan tentang Logo dan Arti Lambang PGRI. Semoga bermanfaat. Mohon maaf apabila ada kesalahan, kekurangan mapun kata-kata yang kurang berkenan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Share:

21 November 2025

Visi dan Misi PGRI

Visi dan Misi PGRI

Tujuan, Visi, dan Misi PGRI

(Persatuan Guru Republik Indonesia)

Berikut Tujuan, Visi, dan Misi PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Pusat.
Secara Umum PGRI bertujuan untuk :

  1. Mewujudkan cita-cita Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mempertahankan, mengamankan, serta mengamalkan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
  2. Berperan aktif mencapai tujuan nasional dalam mencerdaskan bangsa dan membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
  3. Berperan serta mengembangkan system dan pelaksanaan pendidikan nasional.
  4. Mempertinggi kesadaran dan sikap guru, meningkatkan mutu dan kemampuan profesi guru dan tenaga kependidikan lainnya.
  5. Menjaga, memelihara, membela, serta meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan kesejahteraan anggota serta kesetiakawanan organisasi.

Sesuai dengan Anggaran dasar PGRI bertujuan :

  1. Mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,
  2. Berperanserta aktif mencapai tujuan nasional dalam mencerdaskan bangsa dan membentuk manusia Indonesia seutuhnya,
  3. Berperanserta mengembangkan sistem dan pelaksanaan pendidikan nasional,
  4. Mempertinggi kesadaran dan sikap guru, meningkatkan mutu dan kemampuan profesi guru dan tenaga kependidikan lainnya,
  5. Menjaga, memelihara, membela serta meningkatkan harkat dan martabat guru dan tenaga kependidikan melalui peningkatan kesejahteraan serta kesetiakawanan anggota.

Visi PGRI

Terwujudnya organisasi mandiri dan dinamis yang dicintai anggotanya, disegani mitra, dan diakui perannya oleh masyarakat“. PGRI didirikan untuk mempertahankan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan dengan program utamadi bidang pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memperjuangkan kesejahteraan bagi para guru.

Misi PGRI

a. Mewujudkan Cita-cita Proklamasi

PGRI bersama komponen bangsa yang lain berjuang, yaitu berusaha secara konsisten mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sesuai amanat Undang-undang Dasar 1945.

b. Mensukseskan Pembangunan Nasional

PGRI bersamakomponen bangsa malaksnakan pembangunan bangsa khususnya dibidang pendidikan

c. Memajukan Pendidikan Nasional

PGRI selalu berusaha untuk terlaksananya system pendidikan nasional, berusaha selalu memberikan masukan-masukan tentang pembangunan pendidikan kepada Departemen Pendidikan Nasional

d. Meningkatkan Profesionalitas Guru

PGRI berusaha dengan sungguh-sungguh agar guru menjadi profesional sehingga pembangunan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat direalisasikan

e. Meningkatkan Kesejahteraan Guru

Agar guru dapat profesional maka guru harus mendapatkan imbal jasa yang baik,ada perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sehingga ada rasa aman, Ada pembinaan karir yang jelas. Guru harus sejahtera, Porfesional, dan terlindungi.

Share:

Sejarah Singkat PGRI

Sejarah Singkat PGRI

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setiap tanggal 25 November merayakan HUT (Hari Ulang Tahun). Selain merayakan HUT PGRI, tanggal 25 November juga sering dirayakan sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Nah, pada postingan kali ini saya akan share dan tulis ulang tentang Sejarah Singkat PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yang saya dapat dari Website Resmi PGRI




Sejarah Singkat Persatuan Guru Republik Indonesia. Semangat ke Indonesiaan telah lama tumbuh di kalangan guru-guru Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Tidak mudah bagi PGBH memperjuangkan nasib anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Sejalan dengan itu, di samping PGHB berkembang pula Organisasi Guru Baru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB). Di samping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijs Bond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM) dan Netherland Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.
 
Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong guru-guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang selalu dijabat oleh orang Belanda, satu persatu pindah ketangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini semakin berkobar dan memuncak sampai pada kesadaran dan cita-cita kemerdekaan. Perjuangan guru tidak lagi berfokus pada perbaikan nasib serta kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, melainkan telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak "Merdeka".

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) di ubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata "Indonesia" yang mencerminkan Semangat Kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata "Indonesia" ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 - 25 November 1945 di Surakarta. Melalui Kongres ini segala Organisasi dan Kelompok guru yang di dasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru di bentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam Kongres inilah pada tanggal 25 November 1945 -- seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia -- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

Dengan semangat pekik "Merdeka" yang bertalu-talu, di tengah bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas Studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :
  1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
  2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
  3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, Guru pada khususnya.

Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua Guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai Organisasi Perjuangan, Organisasi Profesi, dan Organisasi Ketenagakerjaan, yang bersifat Unitaristik, Independen dan NonPartisan.

Untuk itulah sebagai penghormatan kepada guru, Pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan Hari Lahir PGRI Tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.

Sebagai awal sejarah baru bagi Guru dan Pendidikan di Tanah Air, pada tanggal 1 Januari 2013 Kode Etik Guru Indonesia (KEGI), yang berisi Norma dan Etika yang mengikat perilaku Guru dalam melaksanakan tugas Keprofesionalan, dilaksanakan. Sejalan dengan itu, Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI), telah dibentuk untuk menegakan KEGI tersebut.

Semoga PGRI, Guru dan Bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jakarta, 25 November 2015
Pengurus Besar
Persatuan Guru Republik Indonesia
(PB. PGRI)


Sumber : https://www.pgri.or.id


Demikian postingan dan share tentang Sejarah Singkat PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yang saya tulis dan ketik ulang dari sumber file pdf Website PB PGRI. Mohon maaf kalau ada kesalahan, kekurangan maupun kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Share:
PGRI CABANG JAYAKERTA
PGRI Cabang Jayakerta
PGRI Cabang Jayakerta
    PGRI Cabang Jayakerta - Karawang

    KATEGORI

    Recent Posts