Mengokohkan Jati Diri Bangsa Bahari
Hari Nusantara, yang diperingati setiap tanggal 13 Desember, adalah salah satu perayaan nasional yang sarat makna bagi Indonesia. Pada tahun 2025 ini, mari kita kembali merayakan dan merenungkan pentingnya hari bersejarah ini yang telah mengubah peta politik, hukum, dan kedaulatan negara kita.
Apa yang kita rayakan di Hari Nusantara? Ini adalah peringatan atas dicetuskannya Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957. Sebelum deklarasi ini, wilayah laut Indonesia diukur hanya sejauh 3 mil laut dari garis pantai, mengikuti aturan kolonial. Hal ini menyebabkan adanya "kantong-kantong" laut internasional di antara pulau-pulau Indonesia, memecah belah kesatuan wilayah negara kepulauan terbesar di dunia ini.
Deklarasi Djuanda mengubah segalanya. Deklarasi ini menyatakan bahwa:
- Laut teritorial Indonesia ditarik 12 mil laut dari garis pangkal yang menghubungkan titik-titik terluar pulau-pulau terluar Indonesia (sekarang dikenal sebagai Asas Negara Kepulauan atau Archipelagic State Principle).
- Garis batas laut yang baru ini menjadikan laut bukan lagi pemisah, melainkan pemersatu pulau-pulau di Indonesia.
Meskipun awalnya ditentang oleh banyak negara, perjuangan diplomasi Indonesia membuahkan hasil. Konsep Negara Kepulauan akhirnya diakui dan disahkan dalam Konvensi Hukum Laut Internasional UNCLOS 1982 di Montego Bay, Jamaika.
Pengakuan ini menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara Kepulauan (Archipelagic State), bukan hanya negara yang terdiri dari banyak pulau. Wilayah kedaulatan kita kini mencakup daratan, perairan pedalaman, perairan kepulauan, dan laut teritorial.
Mengapa Hari Nusantara Penting?
- Pengakuan Kedaulatan: Menegaskan wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh, dari Sabang sampai Merauke.
- Jati Diri Bangsa: Mengembalikan kesadaran bahwa leluhur kita adalah pelaut ulung yang mengarungi samudra. Kita adalah Bangsa Bahari.
- Potensi Ekonomi: Membuka jalan untuk pemanfaatan sumber daya kelautan yang melimpah, dari perikanan hingga pariwisata bahari.
Di tahun 2025, tantangan dan peluang bangsa bahari semakin besar. Hari Nusantara harus menjadi momentum untuk:
- Peningkatan Keamanan Laut: Memperkuat pengawasan untuk menjaga kedaulatan laut dari praktik ilegal seperti Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.
- Pemanfaatan Ekonomi Biru: Mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan menyejahterakan masyarakat pesisir.
- Edukasi Maritim: Menanamkan kecintaan dan pemahaman tentang laut kepada generasi muda, agar mereka siap menjadi penerus kejayaan maritim Indonesia.
Mari jadikan Hari Nusantara 2025 ini sebagai tonggak pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya terletak di darat, tetapi juga di laut. Selamat Hari Nusantara! Jayalah Seluruh Lautan Nusantara!





